Keputusan Panwasrah Porprov XV Sumsel Tuai Protes, Diduga Ada Permainan di Cabor Angkat Besi

  • Share
Panwasrah Porprov XV Sumsel

INFO TAJAM.COM  |Palembang– Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan (Sumsel) 2025 kembali kontroversi. Kali ini, sorotan tajam tajam pada cabang olahraga (cabor) angkat besi, setelah keputusan Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov XV Nomor 01 Tahun 2025 tentang penetapan jumlah medali menuai protes keras dari berbagai pihak.kamis,(23/10/2025).

Dalam keputusan tersebut, Panwasrah hanya menetapkan 19 medali emas untuk diperebutkan di cabor angkat besi — jauh berkurang dari 57 medali emas sebagaimana tercantum dalam buku pedoman teknis resmi. Perbedaan mencolok ini langsung memicu polemik dan dugaan adanya ketidakprofesionalan serta permainan di balik layar.

Example 300x600

Seorang tokoh olahraga Sumsel yang enggan disebutkan namanya menilai keputusan itu sebagai bentuk kecerobohan dan lemahnya koordinasi antar komite besar, Delegasi Teknis (TD), serta komite pengawas pelaksana daerah.

“Terkesan dibiarkan. Seharusnya masalah ini bisa diantisipasi sebelum Porprov dimulai. Baru bertindak setelah ada protes dari kontingen kabupaten/kota, ini bertujuan,” tegasnya.

Menurut sumber tersebut, keputusan yang bertolak belakang dengan buku pegangan teknis menunjukkan adanya inkonsistensi aturan dan minimalnya profesionalitas penyelenggara. Ia bahkan menuding ada indikasi bahwa keputusan Panwasrah justru menguntungkan pihak tertentu, khususnya tuan rumah Porprov XV.

“Kalau benar ada cabor yang ‘dimainkan’ untuk memperbanyak medali tuan rumah, KONI Sumsel tidak boleh diam. Ini mencederai sportivitas,” katanya.

Ia juga mendesak KONI Sumatera Selatan untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh atas dugaan adanya permainan yang mengatur distribusi medali.

KONI harus turun tangan, periksa semua pihak, dan buka hasilnya ke publik. Jika terbukti ada rekayasa, beri sanksi tegas — termasuk larangan ikut Porprov berikutnya, menambahkan.

Kisruh ini menambah catatan hitam penyelenggaraan Porprov XV Sumsel 2025 yang seharusnya menjadi ajang pelatihan dan adu prestasi antarkabupaten/kota. Banyak pihak menilai, jika polemik ini tidak segera diselesaikan secara transparan, reputasi olahraga Sumsel akan tercoreng di mata nasional.

“Jangan sampai Porprov berubah menjadi ajang politik. Ini soal integritas olahraga Sumatera Selatan,” tegas tokoh tersebut menutup pernyataannya.

Kini, publik menantikan langkah nyata KONI Sumsel dan Panwasrah untuk mengurai benang kusut polemik medali ini — bukan sekadar janji evaluasi tanpa hasil. (rls*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *